Oleh sebab itu , janganlah meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah mengambarkan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan
Lantas , bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja?
Pada prinsipnya , perlu Anda sadari , pikiran kita ialah sebuah magnet yang luar biasa. Pikiran kita bisa menjadi autopilot atas apa yang ingin kita wujudkan , yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis jago , misalnya , atau menjadi sastrawan , insinyur , dokter , dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan menempatkan imajinasi yang jago terus menerus dalam pikiran kita , alam semesta akan mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Mengenai kekuatan imajinasi ini , ada dua kisah konkret yang ingin saya bagi kepada anda perihal pembuktian kekuatan imajinasi dan kekuatan pikiran.
1. Mayor James Nesmeth dan Imajinasi golf-nya
James Nesmeth ialah seorang tentara di Amerika yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali , sebelum menikmati kesempatan itu , dia ditugaskan ke Vietnam Utara.
Sungguh sial , ketika di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap , kosong , dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.
Untungnya , Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya supaya tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari , dengan
imajinasinya , dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang bagus dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.
Lantas , tujuh tahun kemudian , dia pun dibebaskan dari penjara. Namun , ada yang menarik ketika dia mulai bermain golf kembali untukpertama kalinya. Ternyata , Mayor James Nesmeth bisa mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja , tidak dengan siapa pun. Yang terang , dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi , ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah , inilah kekuatan imajinasi itu.
2. Tara Holland dan Impian menjadi Miss Universe
Tara Holland , seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America semenjak kecil. Pada tahun 1994 , dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya , dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba , tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.
Tapi , dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain , Kansas. Pada 1997 , dia terpilih menjadi Miss Kansas. Dan di tahun yang sama , dia berhasil menjadi Miss America!
Yang menarik , ialah ketika Tara diwawancarai setelah kemenangannya , Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin mengalah setelah dua kali kalah di Florida.
Tapi , tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian , dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari perihal Miss Pagent , Miss Universe , Miss America , dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi , Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.
Satu lagi yang menarik dari wawancaranya ialah ketika dia ditanya apakah dia merasa canggung ketika berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap , Tara Holland menjawab , “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”
Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung , sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab , “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu… dalam pikiran saya.”
Dua kisah konkret di atas menceritakan perihal kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita. Imajinasi ialah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik , membungkam verbal , tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan imajinasi , masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.
Dengan imajinasi , kita bisa menjadi tuan atas takdir kita , I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.
Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki , semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya , kalau kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif , kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.
Pepatah Latin mengatakan , “Fortis imaginatio generat casum” , artinya imajinasi yang terang menghasilkan kenyataan. Dengan demikian , jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi bisa menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan. Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari , dengan imajinasi , kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. And… the dreams will come true!

0 Response to "Kisah Sukses Kekuatan Imajinasi Dan Pikiran"